Pages

Tampilkan postingan dengan label adenium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adenium. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

teknik perantingan pada adenium


banyak trik untuk membuat adenium menjadi indah ,bertambah nilai seni dan eksotisnya, selain dengan cara membonsai dan membentuk akar, yaitu dengan cara perantingan adenium, berikut cara yang bisa kita gunakan untuk teknik perantingan adenium;


Bahan dan Peralatan
“Untuk melakukan metode perantingan, umumnya disiapkan beberapa peralatan dan bahan yang biasa digunakan dalam teknik atau proses penyambungan. Sebab, umumnya hal itu meliputi banyak kegiatan, tak terkecuali proses stek atau yang biasa disebut sebagai bagian mahkota,” ujar Tokyo.Peralatan pertama adalah alat pemotong. Biasanya peralatan yang digunakan bisa bermacam-macam, mulai dari pisau, gunting sampai tang. Pisau dan gunting biasanya digunakan untuk memotong bagian daun dan batang yang tak diperlukan. Selain itu, alat ini juga berguna untuk memotong akar yang tak diperlukan. Selain itu, juga sediakan tang untuk memotong kawat alumunium.Peralatan yang kedaua adalah pengikat dan pembentuk. Biasanya, alat yang digunakan ada dua macam, yaitu kantong plastik dan kawat. Kantong plastik berfungsi mengikat sambungan yang sudah dibentuk. Setelah itu ada juga kawat yang fungsinya sebagai pembentuk ranting (hampir mirip dengan teknik yang ada di bonsai), agar bisa diatur sesuai dengan keinginan.Sebagai catatan, kawat yang umumnya digunakan berbahan dasar alumunium. Proses pengawatan yang biasanya berlangsung lama, membuat bahan ini tak pernah bermasalah dengan karat (sebagaimana yang sering terjadi di kawat besi). Bahan selanjutnya adalah media tanam. Umumnya, setiap orang memiliki rumus dan patokan sendiri mengenai media tanam.Namun sebagaimana bahan yang sering digunakan, pupuk kandang, pasir malang, dan sekam adalah standar yang sering digunakan. Dengan komposisi tertentu dan pasir malang disesuaikan dengan kebutuhan (umumnya digunakan hanya bagian atas, sebagai pemberat, sehingga media tanam tak tumpah pada saat proses penyiraman).Terakhir adalah media pendukung yang lain, seperti kuas, meja berputar, dan pot. Kuas akan berguna untuk membersihkan bonggol ketika proses pengangkatan pertama kali. Meja berputar akan sangat membantu Anda pada saat proses periasan (penyambungan dan pemotongan batang). Dan, pot yang bagus akan lebih meingkatkan tampilan adenium Anda sesuai dengan keinginan.Setelah beberapa bahan tersebut terkumpul, barulah proses dapat dilakukan. Untuk lebih mantapnya, bahan adenium yang siap diranting sebaiknya sudah berusia lebih dari 1,5 tahun. Selain bonggol yang sudah mulai terlihat, beberapa bagian tanaman memiliki pertumbuhan yang mulai stabil alias tak mudah rusak. [adi]
Proses Perantingan
  1. Repotting. Biasanya proses ini dilakukan ketika akan memindah media pot dari poliback ke pot yang ditentukan. Proses ini dilakukan dengan mengeluarkan adenium dan membersihkan bonggol yang sudah terlihat dengan menggunakan kuas. Setelah itu, barulah tanaman siap dimasukkan ke dalam pot. Usahakan jangan memotong bagian akar sekecil apapun pada tahap ini, terutama pada bagian bawah. Sebab, luka sekecil apapun bisa berakibat busuk akar.
  2. Potong sebagian batang yang memanjang jadi beberapa centimeter (+10 cm). Namun hal ini tidak baku, karena jika Anda ingin berkreasi, batang pun bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan.
  3. Pemberian shock atau penyambungan batang. Biasanya dalam tahap ini dilakukan dengan teknik sambung. Untuk lebih kuatnya, biasanya digunakan teknik sambung V, karena teknik ini relatif lebih kuat dan kualitas kebusukan yang minim.
  4. Setelah disambung dengan bagian shock, barulah teknik pengawatan ini dilakukan. Shock yang digunakan sebaiknya berukuran lebih panjang, karena ini akan berguna pada saat teknik pengkawatan (ranting yang muncul bisa dibentuk sesuai dengan imajinasi).
  5. Teknik pengkawatan dilakukan dengan cara memutarkan kawat searah jarum jam ke bagian bonggol sampai atas. Biasanya, dalam tahap ini juga dilakukan proses pembentukan, sehingga ranting yang tumbuh terlihat berkeloak-kelok secara alami.
  6. Baru setelah teknik ini dilakukan, pemotongan akar yang tak perlu bisa dilakukan. Selain mengurangi keindahan bonggolnya, akar liar akan menghambat pertumbuhan adenium, sehingga dia tidak tumbuh dengan maksimal.
  7. Setelah itu, adenium sudah siap dinikmati. Dengan membersihkan beberapa bagian dari sampah proses ini, tak ayal koleksi Anda yang satu ini siap jadi daya tarik setiap orang. [adi]

tips dan cara agar adenium rajin berbunga

agar adenium tidak malas berbunga,kita dapat memperhatikan beberapa aspek yaitu;

 

A. Cara Perawatan Adenium:
1. Adenium membutuhkan cahaya matahari langsung minimal 5 jam perhari. Untuk tanaman muda (di bawah usia 2 bulan) lebih baik diletakkan ditempat yang agak ternaungi.
2. Adenium dapat hidup pada suhu 5 hingga 52 derajat c.
3. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari jika musim kemarau tiba, namun kurangi penyiraman saat musim hujan.
4. Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang, humus atau kompos yang ditambahkan pada permukaan media tanam setiap 1 bulan sekali. Selain itu dapat digunakan pupuk organik buatan pabrik dalam bentuk tablet atau butiran. Pupuk kimia buatan pabrik yang bersifat slow release (tidak mudah larut) seperti Dekastar, Magamp, Osmocote setiap 3 atau 6 bulan sekali juga bisa diberikan. Begitu juga dengan Gandasil, Hyponex dll. Sebagian orang juga menambahkan hormon pertumbuhan seperti Atonik, Dekamon dll dengan cara disemprotkan ke sekujur tanaman sebulan sekali.
5. Media tanam bisa menggunakan pasir, arang dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Jika tak ditemukan arang, bisa digunakan sekam atau bahan lainnya yang mirip sifatnya. Lebih sempurna jika ditambah kapur dolomit secukupnya. Penggantian media tanam dapat dilakukan setiap tahun sekali.


B.Tips perawatan adenium :

* Gunakan Media yang baik, seperti: Pasir , Kotoran ayam sebagai pupuk, Kotoran Kambing Sebagai pupuk, Tanah, Batu kerikil yang halus dan Kulit gabah yang sudah di bakar. Semua media tanam ini di campur hingga benar – benar rata.
* Media tadi masukkan ke POT sesuai dengan ukuran Adenium yang di miliki.
* Masukkan Biji , atau Adenium yang sudah berusia 4Bulan , 6 Bulan, dst, kedalam pot yang sudah berisi media tanam tadi.
* Setelah itu, letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung, semakin lama terkena sinar matahari, maka semakin bagus untuk pertumbuhan Adenium tersebut.
* Siram sekali sehari.
* Untuk mendapatkan adenium yang indah, pangkas batang adenium sesuai selera, pangkas ketika musum kering tiba. Jangan pangkas ketika musim hujan karena batang adenium malas tumbuh ketika musim hujan.
* Untuk perawaran berkala, ganti media setiap 6 bulan sekali, dan sebulan sekali semprot adenium dengan pestisida.

C.Pemangkasan

 Pemangkasan atau Pruning pada Adenium merupakan salah satu kunci agar adenium tampak sehat, rapi dan rajin berbunga.

Pemangkasan batang dapat di lakukan sesuai kehendak anda. Bila anda menginginkan bentuk tanaman yang agak tinggi, maka batang yang di potong sebaiknya agak tinggi pula, dan begitu pula sebaliknya. Selain pemangkasana berfungsi untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit, juga dapat membuat tunas baru keluar lebih banyak dan akhirnya akan berkembang.

Cara pemangkasan ini tidaklah susah. Anda cukup memastikan kondisi tanaman yang akan dipruning itu sehat dan media tanam benar-benar subur. Untuk menunjang hal tersebut, media tanam dapat di beri pupuk slow release kira-kira 2 minggu sebelum pemangkasan dilakukan.

Alat yang di gunakan untuk memangkas adalah; pisau dan gunting, pastikan kedua alat tersebut dalam kondisi tajam dan bersih (steril). Waktu pemangkasan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, agar bekas potongan dapat segera kering. Yang paling penting, jangan lakukan pemangkasan pada saat hujan, karena batang atau cabang yang baru terpotong, sangat mungkin busuk bila terkenan air.

Dalam kondisi prima, tunas baru akan muncul sekitar 7-12 hari, dan 6-8 minggu kemudian akan muncul kuncup bunga. Oh iya, seperti tips saya yang lain, jangan lupa meletakkan tanaman adenium anda di tempat yang terkena sinar matahari.

hama dan penyakit pada adenium serta pencegahannya

 
adenium dapat rusak karena beberapa jenis hama dan penyakit, sehinggga dapat merusak keindahan adenium, berikut adalah beberapa penjelasan tentang hama tersebut;


HAMA & PENYAKIT ADENIUM
Kecantikan adenium bisa hilang seketika gara-gara serangan jasad pengganggu. Aneka kutu dan cendawan menjadi musuh utamanya. Di sini kami mengajak pembaca untuk mengenali karakter, gejala, dan cara penanggulangan hama dan penyakit. Cegah, atasi sesegera mungkin.
A. Hama
Adenium memiliki musuh bebuyutan yang menyerang di semua tahap pertumbuhan. Beberapa diantaranya menyerang sejak distadia larva sampai dewasa. Ia bisa menyerang seluruh bagian tanaman: akar, umbi, daun, pucuk, bunga. Akibat serangan, jelas adenium tidak tampil prima. Bahkan kalau dibiarkan, lama kelamaan akan mati.
Untuk menanggulangi serangan itu, tersedia 2 jenis insektisida:
  • Insektisida kontak,efektif jika hama langsung terkena semprotan. Ini berarti penyemprotan harus dilaksanakan bersamaan dengan kehadiran pathogen itu agar bisa mengenainya. Ini kerap kali menjadi masalah karena saat penyemprotan hama itu berada di tempat lain. Setelah pengaruh penyemprotan hilang, ia akan dating kembali. Untuk mengatasi hama lincah; itu bisa disemprotkan insektisida sistemik.
  • Insektisida sistemik adalah pestisida yang bahannya langsung masuk ke jaringan tanaman. Hama yang menggigit bagian tanaman atau menyerap cairan akan teracuni. Insektisida ini juga digunakan untuk mengatasi hama yang terlindung. Misalnya hama yang masuk ke dalam jaringan tanaman, atau sela-sela umbi, missal ulat penggorok batang. Selain itu, ia juga digunakan untuk memberantas hama yang mempunyai pelindung, missal lapisan lilin, bulu-bulu halus, atau kerapas. Residu insektisida itu masih tetap di sana selama beberapa hari dan akan segera terurai dalam beberapa hari berikutnya. Jika dalam selang waktu itu ada hama yanag menggigit, mengisap atau menggorok salah satu bagian tanaman, ia akan matio keracunan atau karena lambungnya rusak oleh pestisida.
1. Ulat Lepidoptera
Karakter hama
  • menyukai daun muda
  • Larva berukuran panjang 9 mm, cepat bereaksi/bergerak bila disentuh
  • Telur yang belum menetas diletakan di bagian bawah daun. Telur dan pupa sulit diberantas karena dibungkus oleh khitin.
  • Memakan helai daun mulai dari ujung, jika tidak segera dikendalikan maka tanaman akan merana.
Gejala
  • Daun mudah robek dari pinggir
Pengendalian
  • Jika serangan masih sedikit 2-5 ulat, ambil dan segera musnahkan. Gunakan larvisida yang bisa mematikan ulat, misalCuracron dan Dimekro. Ovisida bisa membunuh telur
  • Apabila serangan mengganas, semprotkan insektisida kontak berbahan aktif traizofos, deltametrin, ecabakmetin seperti hostathion 200 ec, decis 2,5, dan agrimec 18 EC
2. Kepik(stink bugs)
Karakter hama
  • Nimfa dan imagonya merusak polong dan biji dengan cara menusuk kulit polong dan biji, kemudian mengisap cairan di dalam
  • Kerusakan yang ditumbulkan tergantung frekuensi tusukan dan umur biji atau polong yang terserang
  • Biasanya diikuti oleh serangan jamur yang masuk ketika serangga mengisap cairan biji
    Gejala
  • Serangan pada polong muda menyebabkan biji kempis, dan gugur
  • Serangan pada fase pengisian polong menyebabkan biji menghitam dan busuk
  • Pada polong tua ditandai dengan bintik-bintik hitam pada biji atau kulit biji menjadi keriput.
Pengendalian
  • Jika jumlahnya masih sedikit, cukup ditangkap dan langsung dimusnahkan.
  • Pengendalian kimiawi dengan menggunakan insektisida berbahan aktif
    endusulfan, deltamerin seperti insektisida thoidan 20 wp dan decis 2,5
3. Tungau (Spider mites, tetranychus cinnacinaborinus)
Karakter hama
  • Tungau berukuran kecil berwarna merah atau kuning muda.
  • Musuh terbesar tanaman adenium
  • Membuat sarang seperti jarring laba-laba di bagian bawah dan ketiak daun. Terutama adenium yang memiliki jenis daun yang berbulu
  • Cepat berkembang pada tanaman yang diletakan di temapt teduh, lembap, dan kurang sirkulasi udaraTungau berukuran kecil berwarna merah atau kuning muda.
  • Musuh terbesar tanaman adenium
  • Membuat sarang seperti jarring laba-laba di bagian bawah dan ketiak daun. Terutama adenium yang memiliki jenis daun yang berbulu
  • Cepat berkembang pada tanaman yang diletakan di temapt teduh, lembap, dan kurang sirkulasi udara
Gejala
  • Muncul titik nopda berwarna merah kecoklatan di permukaan daun. Daun pucat dan layu, mengerut, lama- kelamaan rontok satu persatu
  • Kuncup bunga rontok
  • Lebih banyak menyerang saat pergantian musim
Pengendalian
  • Pengendalian mekanis: letakan adenium di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Jika sudah terlanjur terkena, cepat isolasi dan jauhkan dari tanaman sehat
  • Pengendalian kimiawi: gunakan akarisida berbahan aktif propargit, dikofol, atau tetradifon seperti omite 570EC, kalthane 200 EC, dan tedion 75 EC. Setelah disemprot tanaman akan menggugurkan daunnya. Daun yang baru akan segera tumbuh menggantikan
4. Thirps(thrips palmii)
Karakter
  • Berukuran kecil, seperti kutu berwarna hitam dan lincah bergerak
  • Hama akan mengisap cairan tanaman
  • Larva bersarang pada kuncup bunga dan daun
  • Pupa berkembang pada tanah lembab dan berlumut
  • Termasuk vector penyebaran virus
Gejala
  • Kuncup bunga membengkok lalu gugur.
    ? Jika sampai mekar bentuk bunga menjadi tidak normal
  • Gugur daun
Pengendalian
  • Jika mendapati kuncup bunga yang tumbuh tidak normal segera petik dam musnakan(dibakar atau dikubur). Di dalam kuncup bunga sering terdapat larva thrips yang bisa berkembang jika tidak segera dimusnakan
  • Pengendalian kimiawi: dengan menggunakan inteksida berbahan aktif abamektin, methiokarb,imidaklorpid, diafentiuron seperti agrimex, mexurol, confidor, dan Pegasus. Dosis yang digunakan cukup 1 ml/liter air untuk insektisida berbentuk cair dan 1 gr/liter air untuk inektisida berbentuk serbuk.
5. Fungus Gnats
Karakter hama
  • Lalat kecil dipetra 2 sayap
  • Larva berukuran kecil, berwarna bening dan berkepala hitam.saat dewasa seperti nyamuk berwarna hitam.
  • Banyak menyerang kuncup bunga
  • Hama berkembang biak di tempat lembab(di bawah pot tanaman) atau di media tanam
Gejala
  • Muncul Bercak coklat dikuncup bunga. Bunga gagal mekar dan mongering. Jika serangganya ringan bunga tetaop bisa mekar, tetapi bentuknya menjadi abnormal
Pengendalian
  • Hampir mirip dengan thrips, jika menjumpai kuncup bunga membengkok atau tidak normakl segera musnakan(dikubur atau dibakar)
  • Pengendalian kimia: dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dianizon seperti tiagard 75 WP. Dosis pemakaian 1 ml/liter air. Selain pada tanaman, penyemprotan juga dilakukan dipermukaan media tanam, di bawah pot atau rak tanaman, atau tempat lembap di sekitar tanaman
6. Kutu putih(Mealy bug)
Karakter hama
  • Hama mudah terlihat , berbentuk seperti kutu putih dengan serbuk tepung ditubuhnya.
  • Tubuh dilapisi lilin yang tampak seperti kapas
  • Muncul dan berkembang pesat saat kondisi lingkunag dan tanaman lembap, dipergnatian musim.
  • Mengeluarkan cairan mansi seperti madu yang mengundang kehadiran embun jelaga,. Permukaan daun seperti tertutup jelaga hitam. Embun jelaga ini menghlangi proses fotosintesis daun
Gejala
  • Hama menyerang pucuk tanaman, ketiak daun, bunga, dan batang tanaman
  • Pertumbuhan tanaman terhambat
  • Terdapat bintik-bintik hitam disekitar permukaan daun
Pengendalian
  • Hama ini menyukai tempat yang lembap, karena itu jika ditemui gejala segera renggakan jarak antaratanaman agar sinar matahari bisa masuk.
  • Secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif diafentiuron, dan klopirifos seperti Pegasus dan Dursban

B. Penyakit
Pada musim hujan penyakit adalah musuh utama adenium. Mengapa?? saat itu lingkungan amat lembab, kondisi yang disukai penyakit untuk berkembang biak.Contohnya phomopsis. Penyakit yang disebabkan oleh jamur itu,mampu membuat tanaman jadi gundul. Ada 3 golongan besar penyakit. Yakni yang menyebabkan layu, busuk, dan bercak. Biang keroknya adalah cendawan, bakteri dan virus. Berikut penyakit yang menyerang Andenium:
1. Phomopsis
Karakter
  • Disebabakan oleh organisme jamur.
  • Menyerang permukaan daun yang cekung
Gejala
  • Muncul bintik-bintik coklat di permukaan daun. Semakin lama bintik semakin melebar dann daun menguning, dan akhirnya rontok.
Pengendalian
  • Musnahkan segera daun yang sudah terkena gejala
    Hindari penyiraman langsung pada tanaman. Jika ingin menyiram langsung pada daun, lakukan pada pagi hari saat sinar matahari penuh sehingga permukaan daun segera mongering.
  • Jaga kebersihan lingkungan terutama pada musim hujan. Segera singkirkan daun dan bunga yang sudah rontok, jangan biarkan menumpuk dan melapuk disekitar tanaman.
  • Pengendalian kimiawi gunakan:fungsida berbahan aktif mankozeb, klorotalonil, dann kaptan seperti Manzate danconil, dan ortohicide dosis 1gr/liter air

2. Busuk Pangkal batang (caudex rot)
Karakter
  • Disebabkan oleh bakteri erwina sp
  • Pada awal serangan batang akan berwarna kekuningan, lama kelamaan menjadi coklat tua dan busuk.
Gejala
  • Batang berubah warna menjadi coklat atau hitam dan mengeluarkan bau tak sedap
Pengendalian
  • Pengendalian mekanis: Jika bagian tanaman yang terkena masih terbatas dan bisa diatasi denagn mencabut tanaman dan memotong bagian yang terkena. Lebihkan 5-10 cm di atas area yang busuk. Watu putih mengatasi penyakit itu dengan menyemprotkan biosentri dengan dosis anjuran. Lakukan 2-3 hari masing-masing sekali. Bisa pula dikombinasi dengan fungsida untuk mencegah perkembangan jamur. Setelah itu tanaman di gantung dan diangin anginkan selama 2 minggu – 1 bulan
3. Busuk Akar
Karakter
  • Disebabkan oleh nematode
Gejala
  • Gejala hamper mirip dengan busuk pangkal batang oleh bakteri. Sepintas batang terlihat sehat, tapi jika dipegang terasa lunak. Kulit batang mengeriput karena jaringan tanaman diserang. Nematode pertama kali menyerang bagian akar.
  • Lama kelaman daun akan menguning dan gugur.
Pengendalian
  • Gunakan insektisida atau nematisida berbentuk butiran seperti furudan 3G untuk pencegahan.
  • Jika akar sudah terlanjur terserang, buanglah semua kar serabut dan bagian yang membusuk. Rendam akar hingga pangkal akar selama ½ jam di larutan nematisida. Lalu angkat dan angina-anginkan dengan cara digantung. Satu hingga dua minggu kemudian, tanam di media baru. Jiak serangan di pangkal batang sudah parah, potong puncuknya untuk disambung lagi ke batang baru.
4. Rebah Bibit (Seedling damp off)
Karakter
  • Disebabkan oleh cendawan Rhizotonia sp
  • Cendawan menyerang bibit yang baru pindah tanam dari persemaian.
  • Pathogen menyebar melalui tanah dan air yang terkontaminasi
  • Patagon dapat hidup dan bertahan lama di dalam tanah.
Gejala
  • Serangan pada Pangkal batang Adenium yang baru berkecambah sehingga menyebakan tanaman rebah
  • Selain disebabkamn oleh cendawan, rebah bibit juga bisa terjadim akibat ketidak hati-hatian saat pemindahan bibit. Untuk mencegahnya tempatkan bibit secara tunggal dalam pot berukuran agar besar sehingga pemindahan bisa dilakukan saat bibit sudah kuat.
Pengendalian
    • Bibit sakit sebaiknya segera dibuang dan dibakar agar tidak menjadi sumber inokulum.
    • Jika belum parah, kumpulkan semua tanaman sakit lalu semprotkan fungsida dengan frekuensi 1-2 minggu sekali
5. Fusarium (layu pucuk)
Karakter
  • Disebabkan oleh cendawan
  • Menyerang pucuk tanaman
  • Penyebaran berlangsung sangat cepat
Gejala
  • Pucuk tanaman membusuk tetapi tidak berbau jika dicium
Pengendalian
  • Pengendalian mekanis: karena sifat penyebarannya yang sangat cepat dianjurkan untuk memangkas bagian yang terkena. Oleskan fungisida pada luka potongan.
  • Pengendalian kimia: dengan aplikasi fungsida berbahan aktif mankozeb, klorotalonil dan kaptan seperti manzate, deconil, dan orthocide.

C. Serangan Virus
Karakter
  • Serangan virus menyebabkan perubahan bentuk, warna, dan ukuran tanaman. Sekali terserang virus tanaman akan selamanya sakit. Tidak ada obat yang bisa mengendalikan virus. Pengobatan inin hanya bersifat pencegahan agar tidak menular ke tanaman lain.
  • Penularan virus bisa melalui vector serangga, cendwan, benih, atau bahan pembiakan vegetatif
Gejala
  • Daun menunjukan bentuk(mengeriting, kerdil dan rontok) dan warna(daun bergaris kuning serta muncul bersak-cak bulat berwarna hitam di bawah permukaan daun).
    JIka virus sudah menjalar ke bagian bunga, maka akan tampak bercak-cak berwarna di sepal dann petal bunga, warna memudar, ukuran mengecil, dan mudah rontok.
Pengendalian
  • Jaga kebrsihan lingkungan, termasuk pekerja dan alat alat berkebun.
    Virus bisa menyebar melalui alat bekas memangkas tanaman sakit.
  • Kendalikan hewan vector, seperti kutu daun dengan inteksida.
  • Semprot tanaman dengan pestisida dengan bahan aktif berbeda secara berseling-seling. Tujuannya untuk mencegah hama menjadi kebal. Penyemprotan dilakukan dengan nosel yang benar. Pakai nosel dengan daya pancar kerucut. Ini bisa dilakukan denagn memutar nosel di ujung sprayer kea rah kiri. Dengan bentuk kerucut itu, larutan pestisida menyebar dalam bentuk butiran sangat halus dan bisa masuk ke sela-sela daun tanaman sampai ke cela-cela dinding. Butiran halus itu jauh lebih efektif di bandingka butiran besar, yang ditandai dengan terlalu basanya daun. Daun tidak perlu basah kuyupm oleh pestisida. Penelitian membuktikan, 70 butiran/cm sudah sangat efektif melakukan ataupun merusak. Penyemprotan dilakukan kedaun dan bunga.

    sumber: http://www.duniaflora.com/Adenium_Penyakit.php

merawat adenium dengan baik dan mudah

 
adenium bisa di kategorikan sebagai bunga yang mudah untuk di rawat,
dalam merawat adenium, kita harus memperhatikan beberapa hal seperti;

a. Media tanam
Adenium membutuhkan media yang cukup mengandung udara dan mampu menahan kelembaban agar pertumbuhannya maksimal. Namun pemilihan media yang tepat merupakan kebijakan dari masing-masing pemelihara yang disesuaikan dengan penyiraman yang dilakukan. Jika penyiraman sering, maka diperlukan media yang tidak mengikat air, tapi jika jarang dilakukan penyiraman, maka media yang digunakan adalah yang cukup mengikat air.
Cara pemupukan juga perlu diperhatikan apakah akan secara siram (dilarutkan dalam air siraman) atau dengan mencampur ke media atau diletakkan di atas media, atau kombinasi dari cara-cara tersebut.
Campuran media yang sering digunakan adalah: Cocopeat (serbuk sabut kelapa), cocochunk (cacahan sabut kelapa), pasir kasar, sekam bakar, sekam, pupuk kandang, pupuk kompos, kerikil, daun kering, dan lain-lain. Beberapa bahan di atas dicampur dengan perbandingan menjadi media yang disesuaikan dengan kebutuhan penyerapan air dan pemupukan menurut kebutuhan masing-masing grower .
Seringkali di dasar pot diberi kerikil, pecahan batu bata, pecahan genteng, ataupun styrofoam. Ada pula grower yang tak menambahkan dasaran di bagian bawah pot melainkan menggunakan kain jala untuk mencegah media keluar dari lubang drainase.
kembali ke atas

b. Pot/wadah tanam

Segala macam pot dapat dipakai. Kita harus hati-hati dengan pot gerabah ataupun keramik, karena dapat pecah saat bonggol membesar dan tidak muat dalam pot tersebut. Sebaiknya gunakan pot gerabah atau keramik yang berdinding tebal sehingga tidak mudah pecah. Pot plastik juga baik karena ringan dan tidak mudah pecah.
Lubang drainase haruslah besar dan banyak untuk menjamin tidak adanya penyumbatan air yang berakibat fatal. Di bagian bawah biasanya diberi kain jala untuk mencegah tergerusnya media ke luar dari pot.
Besar pot hendaknya disesuaikan dengan masa pertumbuhan dari adenium yang ditanam. Pot tidak boleh terlalu besar yang dapat mengakibatkan percabangan akar yang terlalu banyak.
Saat akar/bonggol adenium sudah tidak muat di suatu pot, maka saatnya untuk memindahkan ke pot yang lebih besar. Pemindahan ini dapat dilakukan dengan membersihkan media yang lama dan diganti yang baru, atau jika media lama masih laik maka dapat pula disisakan dan di sela-sela-nya diisi dengan media yang baru. Saat yang tepat untuk mengganti pot adalah ketika adenium sedang dalam masa tumbuh aktif. Harus hati-hati dengan kemungkinan bonggol terlukai sat transplantasi. Bonggol yang terluka dapat mengakibatkan busuk saat dilakukan penyiraman. Jika bonggol ternyata terluka, jangan sirami selama sekitar seminggu agar luka-nya sembuh terlebih dahulu.
kembali ke atas

c. Pengairan/penyiraman

Seberapa banyak tanaman adenium disiram tergantung pada masa tumbuh dari adenium tersebut. Jangan biarkan media sampai kering saat adenium sedang tumbuh (terlihat ada bakal daun yang siap tumbuh membesar) karena akan menghambat pertumbuhannya. Bahkan adenium yang sedang tumbuh dapat disiram setiap hari asalkan media dan drainasenya bagus. Lain halnya saat pertumbuhan berhenti, yaitu saat tidak ada bakal daun baru yang ditandai dengan warna daun yang serupa (misalnya: daun berwarna hijau tua semua, tidak ada pucuk yang berwarna hijau muda). Pada saat ini, media harus dibiarkan mengering sebelum dilakukan penyiraman berikutnya. Pengairan ini hanya berfungsi agar bonggol adenium tidak berkerut.
Ada berbagai aspek yang mempengaruhi cepatnya media mengering, seperti kebutuhan tanaman akan air, besarnya wadah dan jenis media yang digunakan. Tanaman yang masih muda membutuhkan lebih banyak air daripada yang sudah berumur.
Saat memindah tanaman ke media baru adalah saat yang kritis, karena seringkali ada cacat pada akar yang tidak kita ketahui. Cacat tersebut dapat mengakibatkan busuknya tanaman pada saat terkena air yang cukup banyak. Ketika terjadi pembusukan yang ditandai dengan daun yang menguning secara tidak normal, maka harus segera dilakukan penyelamatan pada tanaman tersebut. Caranya dapat dilihat di penyelamatan bonggol yang membusuk.
Cara melakukan penyiraman adalah dengan menyemprot ataupun mengucurkannya langsung ke media. Jika dipilih cara semprot, maka harus hati-hati karena air seringkali tidak cukup membasahi media. Lakukan penyiraman sampai ada air yang mengalir keluar dari dasar pot.
kembali ke atas

d. Lingkungan

Suhu
Adenium menyukai suhu panas sedang seperti di daerah tropis(30 -35 C). Namun, semakin panas akan mengakibatkan bunga berumur pendek atau cepat layu. Suhu yang dingin pada malam hari (di bawah 10 C) akan meyebabkan adenium berhenti tumbuh.
Kelembaban
Kelembaban yang tinggi sangat disukai adenium. Saat musim hujan adalah saat di mana kelembaban tinggi, tapi adenium harus terlindungi dari curahan hujan agar sesuai dengan kebutuhan airnya. Untuk itu, rumah kaca akan sangat membantu. Namun jika budget terbatas, dapat pula digunakan plastik transparan untuk menutupi curahan hujan tanpa menghalangi sinar matahari yang masuk. Warna bunga akan kurang keluar jika keadaan lingkungan terlalu kering.
Sinar matahari
Sinar matahari penuh akan disukai oleh adenium terutama saat kelembaban tinggi. Namun hati-hati dengan bonggol yang terekspos terik matahari karena dapat terbakar. Seringkali para pembiak menggunakan koran bekas untuk membungkus bonggol yang berada di permukaan agar tidak tersengat terik matahari. Agar dapat berbunga dengan baik, kebanyakan adenium butuh paling tidak 4-5 jam cahaya matahari langsung.
Hujan
Sedikit terkena hujan akan baik bagi adenium. Saat hujan terlalu banyak menerpa, maka hujan harus dihalangi misalnya dengan atap plastik transparan. Hujan yang terlalu banyak, apalagi dikombinasi dengan suhu yang dingin dapat menyebabkan bonggol membusuk.
kembali ke atas

e. Pemupukan

Kuncinya adalah sedikit dan sering. Jika adenium mendapat kondisi yang ideal, maka dia dapat tumbuh dengan sangat cepat. Namun jika terlalu banyak pupuk, maka adenium akan mati. Untuk yang tidak suka repot, cukup tambahkan pupuk untuk kaktus ataupun pupuk kandang yang merupakan slow release fertilizer, sehingga tak akan membunuh adenium. Pupuk kimia biasa seperti urea, KCL, TSP dapat pula digunakan karena harganya yang lebih murah, namun dosisnya harus sangat diperhatikan karena sangat mudah untuk menjadi kebanyakan. Biasanya pupuk kimia ini dilarutkan dalam air siraman agar penyerapan jadi merata dan optimal.
Jenis pupuk disesuaikan dengan kebutuhan. Kombinasi yang pas membutuhkan coba-coba disesuaikan dengan keadaan media, tingkat pertumbuhan, dan stressing (untuk pertumbuhan atau untuk pembungaan).
kembali ke atas

f. Pemangkasan

Adenium yang batangnya sudah terlalu panjang haruslah dipangkas. Tak perlu takut tanaman akan mati jika tanpa daun, karena adenium sudah punya cadangan makanan di bonggolnya untuk dapat bertahan hidup. Pemangkasan ini berguna untuk menyegarkan kembali agar tampak lebih indah. Agar adenium bercabang lebih dari satu, maka pemangkasan dilakukan saat adenium sedang tumbuh (bukan masa dorman). Jika waktunya salah, maka adenium tidak akan bercabang banyak, melainkan hanya tumbuh satu tunas saja. Setelah beberapa minggu tunas baru akan muncul, jadi haruslah sabar dan jangan terlalu banyak menyirami.
Pemangkasan ini juga berfungsi memacu pembungaan yang banyak. Biasanya, bunga yang banyak akan tumbuh setelah 3 bulan sebelumnya dipangkas dan diberi stressing pada pembungaan.

Cara membentuk akar adenium seperti cakar elang


 

untuk memperindah tampilan adenium, kita dapat membentuk bagian akar pada adenium, bentuk akar bisa kita bentuk sesuka kita, salah satunya dengan membuat akar adenium seperti bentuk cengkraman elang, bentuk seperti ini sangat efektif untuk menambah nilai seni adenium, cara-cara untuk membentuk akar adenium sebagai berikut;
1. Sediakan alat potong pisau (cutter), sterilkan dengan alkohol 70 % atau dipanaskan.

2. Pilih adenium yang akan di program akar. Lebih disarankan bonggol busuk atau bermasalah. Hal ini bertujuan memprogram akar sekalian menyelamatkan bonggol yang busuk.

3. Angkat adenium dari media dan cuci sampai bersih, lalu keringkan ditempat teduh.

4. Potong bonggol adenium tepat pada diameter terbesar. catatan : Kalau bonggol busuk potong sampai yang busuk terbuang semua.

5. Setelah itu angkat dan keringkan ditempat teduh salama 30 - 60 menit.

6. Setelah kering oles dengan zat peransang akar seperti Rootom F atau Atonik dll. Bisa ditambah olesi bawang putih untuk mensterilkan.

7. Dikeringkan selama 10 - 20 menit, lalu ditanam kembali. Untuk sementara disimpan di tempat teduh.

Tahap pemotongan bonggol sudah selesai.

Kurang lebih 3 bulan cabut adenium dari media dan lihat hasilnya. Apa yang terjadi? Akar sudah mulai tumbuh disekeliling umbi adenium. Langkah selanjutnya terserah hobbis mau diprogram seperti apa. Pilihannya akar terurai, dikepang, jari mengembang dll.

cara perbanyak adenium dengan semai biji

 
memperbanyak adenium bisa di lakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menyemai biji,. untuk artikel lebih lanjut tentang perbanyak adenium dengan semai biji, silahkan download link di bawah ini ;

link download

tutorial teknik grafting atau sambung pada adenium

 
Tehnik Grafting atau Sambung pada tanaman Adenium yang merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memperbanyak atau memberi variasi beragam jenis dan mendapat hasil yang sama seperti induk aslinya. Perbanyakan dengan cara sambung atau cara grafting pada dasarnya adalah menggabungkan batang atas hasil memangkasnya (prunning),  dengan batang bawah (tumpang) agar kambium dapat menyatu sehingga membentuk / tumbuh  top grafting yang diinginkan.

Keunggulan yang diperoleh dengan cara perbanyakan grafting ini adalah  :
a. Tanaman hasil graftng / sambung sama seperti induknya atau bahkan lebih baik  karena faktor dominan dari jenis  batang bawah (tumpang) yang lebih unggul dari induk atas yang akan dijadikan  prunning / top grafting.
b. Waktu yang dibutuhkan untuk perbanyakan relatif singkat,  sekitar  ±  21 hari  (3 minggu) dan tumbuh sempurna ± 2 bulan.
c. Satu jenis tanaman dengan ranting/cabang ideal sebagai  tumpang  dapat disambung (variasi) dengan beberapa jenis sesuai keinginan sehingga satu tanaman menjadi menarik beragam bunga.
d.      Kreasi tanaman batang bawah (tumpang) yang baik dan unik menjadi semakin menawan dan elegan.
 Berikut video tutorial untuk teknik grafting:
sumber;http://www.youtube.com/watch?v=kQoJAY3oskI download video

Total Tayangan Halaman